Mahasiswa Unnes Temui Dirjen PNFI

UNGARAN – Sejumlah mahasiswa Unnes Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Selasa (6/7), menemui Dirjen PNFI Dr Hamid Mohammad PhD, di sela-sela pembukaan workshop PNFI dan Temu Kolegial Jurusan PLS Se-Indonesia di Kompleks P2PNFI Reg II Semarang. Mereka yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia (Imadiklus), itu menyampaikan unek-unek tentang masa depan yang belum jelas.

Bagaimana nasib kami setelah lulus nanti Pak? tanya Aqil Aziz, koordinator Imadiklus Semarang-Yogyakarta.

Hamid Mohammad meminta para mahasiswa tetap semangat. Imadiklus juga menyampaikan rekomendasi secara tertulis kepada Dirjen, meski sebenarnya rekomendasi ditujukan kepada para dosen dan kepala jurusan PLS pada perguruan tinggi se-Indonesia.

Ada tujuh poin rekomendasi, antara lain memohon kejelasan tentang apa kompetensi dan profesi lulusan jurusan/prodi PLS yang disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap daerah. Persentase antara teori dan praktik minimal 60:40.
Ketua Umum Pengurus Pusat Imadiklus Panji Bahari Noor Romadhon (mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten) via telepon membenarkan, cakupan ilmu yang diterima mahasiswa jurusan PLS terlalu luas, tidak fokus, sehingga dari serapan ilmu, lulusan jurusan PLS bisa menjadi pengajar PNF, peneliti, manajemen, bahkan jadi LSM. Kami berharap kebijakan yang lebih fokus.

Rekomendasi itu berawal dari kegelisahan atas semakin banyaknya pemberitaan yang simpang siur tentang dunia ke-PLS-an. Di samping keinginan untuk turut serta memberikan sumbangsih dalam pertemuan Kolega PLS se-Indonesia di Kompleks P2PNFI Reg 2 Semarang.

Kepala P2PNFI Reg 2 Semarang Dr Ade Kusmiadi MPd menyatakan, workshop PNFI yang berlangsung 6-8 Juli, diharapkan bisa merumuskan hal-hal strategis untuk memperjelas arah pendidikan profesi di bidang PNF.

SUMBER SUARA MERDAKA

You might also like