Transformasi Digital Dalam Pembelajaran

Transformasi Digital Dalam Pembelajaran

MASYARAKAT INDONESIA  BERADA PADA ERA DIGITAL, Merupakan era digital, yang mendobrak cara pandang konvensional menjadi super-digital, Perilaku budaya kita menjadi tidak menentu menghadapi perubahan yang begitu sangat cepat ini, Revolusi industri 4.0 telah menyentuh hampir setiap aspek kehidupan kita. Lebih dari 3,5 miliar orang memiliki akses ke internet dan lebih dari 5 miliar diperkirakan memiliki semacam perangkat seluler dan setengahnya adalah smartphone. Tingkat konektivitas ini telah memengaruhi cara orang terlibat dengan orang lain, mendapatkan berita, dan melihat dunia di sekitar mereka.

Oleh karena itu, tidak heran jika tren transformasi digital ini juga sangat berdampak pada industri pendidikan. Dari pendidik sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, transformasi digital telah memengaruhi ruang kelas dan cara para guru ini menjangkau siswanya.

Penggunaan internet juga  mengubah tuntutan jaman  dari waktu kewaktu  berlangsung cepat dan  tanpa memandang apa dan  siapapun dinamakan Disrupsi

  • Suatu era dimana terjadi situasi pergerakan  dunia industri dan persaingan kerja sangat cepat, mengubah pola lama menjadi  baru
  • Cakupan perubahannya luas mulai dari dunia  bisnis, perbankan, transportasi, sosial  masyarakat, hingga Pendidikan
  • Membutuhkan strategi baru, inovatif dan  kreatif sehingga menghasilkan suatu model  bisnis baru yang bersifat srategik
  • Mendorong Pendidikan ke arah digitalisasi  sistem Pendidikan.
  • Mengubah peran dosen dan interaktivitas  dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran

PENDIDIKAN dan BLENDED LEARNING

  • Revolusi Industri 4.0 (i4.0) hadir lebih cepat dari yang kita bayangkan sebelumnya. Teknologi merupakan tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan dunia pendidikan. Peserta didik semakin dinamis seiring kecakapan pengunaan perangkat digital, dan mampu mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai sumber
  • Konsep pembelajaran dengan blended learning pada intinya mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh. Pendekatan ini menjadi alternatif terbaik untuk jenjang pendidikan menengah keatas
  • Sistem pembelajaran bersifat “student’s centered” dimana guru/dosen memfasilitasi siswa untuk lebih berfikir kritis/kreatif dan mampu merefleksikan pemahaman yang didapatkan, sifatnya project based dan heavy on field experience.
  • Guru/Dosen dituntut lebih dinamis dan mampu menciptakan suasana interaktif serta berbagai bahan ajar yang menarik untuk di eksplore peserta didik
  • Sejumlah studi/penelitian empiris memperlihatkan bahwa blended learning method secara nyata dapat meningkatkan antusiasme serta kemampuan analisis serta profesionalitas peserta didik
  • Menjadikan peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan “konstruksi” pemahaman yang diperoleh dari proses ekplorasi dari hanya sekedar menerima bahan ajar secara pasif di kelas
  • Proses belajar tidak terbatas pada ruang dan waktu, serta lebih fleksibel dalam hal moda pembelajaran, subjek dan mekanisme pembelajaran. Peserta didik yang diatas rata-rata perlu diberi ruang untuk berkembang lebih cepat.

You might also like