Pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup. Konsepsi pendidikan semur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.
Tujuan pendidikan manusia seutuhnya dan dilaksanakan seumur hidup adalah untuk mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakekatnya, dan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis serta untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu kehidupan.
Dasar pemikiran yang menyatakan bahwa pendidikan seumur hidup sangat penting, dan dapat ditinjau dari beberapa aspek/tinjauan.
Pendidikan seumur hidup merupakan azas pendidikan pendewasaan dan terus menerus. Pendidikan seumur hidup adalah kegiatan yang dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal seumur hidup. Konsep pendidikan seumur hidup
merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu berlangsung terus menerus agar lebih bernilai dalam masyarakat. Dalam penerapannya diperlukan adanya suatu strategi, sehingga pendidikan bagi manusia dapat diartikan secara tepat dan benar. Menurut Soelaiman Joesoef, strategi pendidikan seumur hidup meliputi :
Pendidikan seumur hidup dalam rangka menambah pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di dalam hidup, umumnya diarahkan:

Komisi Eropa yang merupakan perwakilan dari 35 negara Eropa, telah mengadakan pengkajian tahun 2002 mengenai indikator mutu Pendidikan Sepanjang Hayat (European Commission. Directorate General for Education and Culture, 2002:7-8).Laporan komisi tersebut menyatakan adanya 15 indikator mutu Pendidikan Sepanjang Hayat yang dapat dikelompokkan dalam empat kategori. Kategori dan indikator tersebut adalah sebagai berikut.
Pendekatan Pendidikan Sepanjang Hayat tersebut merupakan strategi kebijakan untuk pembangunan kewarganegaraan, kohesi sosial, ketenagakerjaan, dan pemenuhan kebutuhan pribadi. Mutu progam Pendidikan Sepanjang Hayat seyogyanya didasarkan pada indikator sebagai berikut.
Adanya mekanisme penjaminan mutu melaluievaluasi dan monitoring secara berkelanjutan. Pendidikan sepanjang hayat pada suatu masyarakat terlibat pada indicator sebagai berikut :
Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu:
Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat. Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu: Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang fungsional bagi anak didik dan Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.
Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif menjadi sangat penting.
Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan professional terus mengikuti berbagai
kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.
Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education). Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan social dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas pendidikan seumur hidup.
Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. Yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.
telegram @tanpatinta