PAGAR BESI ISTANAH NEGARA

saat aku tau baik itu berteman dengan buruk… asiknya mereka menaruh rasa rindu saling bersatu tanpa sadar arti beda baik dan buruk. saat kau tau….entah kapan? kamu masih saja asyik dengan percayamu , keyakinanmu… semangat membaramu, untuk mampu mengubah dunia aku diam , aku terdiam di balik kaca ber embun,,, pagi pagi yang memanggilku untuk […]

Coba Dengarkan Dan Kembalilah . . .

aku memang tak kaya… sekaya bahasamu mencaci makiku mungkin dgn sengaja atau memang sudah takdirnya, ucapan yg terkadang tak sadar arah dalam kau menujukan, menempelnya rasa marah ,curiga ,bahkan tak percaya, bukankah sudah jelas , semua ada awalnya ada akhirnya dan semua itu adalah sebuah proses… di setiap kejadiannya. bahasa seorang sastrawan mungkin berbeda, saat […]

Nama Itu . . .

Aku tak tahu begini jadinya Saat semua kepastian – kepastian Di tukar dengan kesalahan – kesalahan Yang dapat membuat pisau itu semakin tajam Mengarah padaku, Perdebatan – perdebatan apa pun Meruncing menuju ke arah lelah… Jangan paksakan genggamanmu Bila itu nyatanya menyakitkan Menuju ke arah yang salah, Kau harus percaya aku tetap disini Bersama dinginnya malam Panasnya siang, basahnya air hujan, Keringnya tanah kemarau, Dengan nafas tak beraturan Aku berlari dengan kaki yang tak Menyentuh tanah, Menatap dengan mata tertutup Berbicara dalam diam Bergerak se gerak dengan arah angin, Kemana pun arah itu membawa Dalam heningnya penyesalan Yang tersisa dalam doa Hanya nama . . . Iyah… Benar…. Hanya sebuah nama . . . Nama yang ingin untuk Di akui Di hargai Di mengerti Di gunakan Di ikut sertakan Dan hingga entah di…. Di…. Di apakan lagi ? Saat ku sebut nama itu dalam doa Hati kecil ini merintih “ izinkan aku untuk kembali ke masa, Bukan masa lalu itu, tapi masa, Di masa depan itu, yang telah terlanjur aku gores Oleh sakitnya hati ini karna sudah Sekian banyaknya waktu yang ku lewati, Namun ku tetap asyik dengan uji coba, uji cobaku. Untuk bertahan hidup, Bersanding dengan nama itu… Berada di barisan terdepan Yang bila salah melangkah nyawalah taruhannya, Sudah berlumur darah tubuhku, Memang benar harus ada masalah untuk Menyubat darah ku, Perlu apa lagi !!!!!!! Bagaimana lagi !!!!!! Aku setia pada dan karna nama itu, Iyah nama itu yang kini terlebelkan di sampul hidupku Tubuhku bersandar dengan doa doa yang entah Terdengar atau terabaikan, Aku percaya semua ada waktunya, Yang indah tepat pada momentnya Aku masih ada, dan akan tetap disini […]

Siapalah aku ?

Siapa lah aku? Aku hanya manusia biasa, Yang sekilas sama, Tak ada beda, Aku punya hati, Aku punya cinta, Aku punya rasa, Ku sentuh mimpi mimpi itu, Yang terhembus mesrah bersama angin, yang berlahan bergantian menyentuh kulitku, Ku lihat dari kejauhan , Banyaknya pepohonan hijau, dan ramainya deru suara air terjun, Kau tau apa yang aku rasa di ketinggian ini? Bukannya bangga berada di atas sini, Tapi semakin dekat dengan langit dan taukah? banyaknya awan putih di atas sini, Yang semakin lama , semakin ku coba tuk menikmati, Malah berlahan alam semakin menunjukan keaslian dirinya, ANGIN SEMAKIN LAMA SEMAKIN KENCANG.! BERHEMBUS… SEMAKIN TAK TERLIHAT APA APA DI ATAS SINI KARNA SEMAKIN PEKATNYA WARNA AWAN YANG BERCAMPUR DENGAN ASAP, Ada yang putih seperti catton candy, ada yang hitam mendung. Tau kah kau apa artinya itu? (berfikir sejenak tentang warna awan) Aku masih disini , mencoba untuk bertahan dan mengenalinya, Berharap dapat bersahabat dengan keadaan, Saat aku baru sampai diatas sini, Tau kah kau? . Ini lah Kuasa Tuhan, Yang telah memberikan beraneka keindahan, Ada perjuangan untuk bisa sampai di ketinggian ini, Butuh waktu, usaha,cara, doa yang selalu di panjatkan, Dan proses untuk konsisten pada diri sendiri, untuk mampu Sampai berada di atas sini, Lalu yang jadi sebuah pertanyaan, Apakah ini di atas? Apakah ini yang kau sebut tinggi? Apa yang ingin kau tau lagi? Sudah merasa di tempat tinggi? Angin itu semakin kasar menyapaku yang mencoba berkenalan, Rasanya mereka menabrak tubuhku dan berlahan aku duduk jongkok, Lebih rendah untuk lebih berdamai, Tapi malah berganti awan dan asap gunung itu, Membuatku sesak nafas dan mata […]

Kau Menginspirasi

Kau memperlihatkan banyak hal, Banyak orang yang kagum asyik memahami tentang dirimu, Kau istimewah , Kau memiliki peran, kau memiliki banyak solusi, Dengan segala usahamu, prestasimu, Kau menginspirasi, Hidup ini seperti mengayuh sepeda, Bila kau ingin sampai ke tujuan maka kayuhlah sepedamu, Dan bila kau berhenti, kau akan tahu, kau akan terjatuh dari sepedamu, Lihat lah… Lampu itu hanya ada beberapa, di persimpangan jalan, Menggambarkan, Lampu itu seolah penuh dengan harapan dan doa untuk masa depan, Mau di arahkan kemana sepeda ini di kayuh? Ada begitu banyak pilihan arah jalan untuk kau tempuh, Tak mungkin kau memilih untuk diam saja !!! Lampu – lampu itu pasti akan berteriak, aku telah menerangi sebagian jalanmu ! Jangan matikan cahayaku ! dan tetaplah kau berjalan ! Maka beranjaklah kau memulai untuk mengarahkan dan mengayuh sepedamu, mewujudkan harapan dan doa mu, Kau menginspirasi , kau penuh dengan energi, Kau mengambil semua resiko yang ada, Hingga akhirnya, Bertemu moment dimana kau akan mengambil sebuah hikmah, yang bisa kau petik adalah disaat, kau dapat melakukan sebuah efisiensi waktu untuk segera bergerak, dengan memulai dari arah jalan mana pun yang kau suka, yang menyenangkan, Yang itu adalah kamu, Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Selaras dengan hati, harapan dan doa mu, Kau Menginspirasi . . .   By : L laras Ayu

More posts