Di Nias terdapat alokasi yang signifikan untuk pengeluaran pendidikan “ lebih 40 % untuk Nias dan Nias Selatan “ hal ini tidak tercermin dalam pengeluaran pendidikan per kapita yang tinggi. Kedua kabupaten memiliki pengeluaran publik per kapita untuk pendidikan yang secara signifikan lebih rendah dari rata-rata provinsi “ Nias Selatan memiliki pengeluaran per kapita yang terendah di provinsi. Nias dan Nias Selatan memiliki beberapa pencapaian pendidikan yang terendah di Sumatera Utara. Persentase yang relatif besar dari penduduk dewasa di pulau Nias “ 13.5% dan 39.2% di Nias Selatan tidak pernah duduk di bangku sekolah. Ketidakmerataan antar kecamatan lebih terlihat, dengan beberapa kecamatan memiliki rasio murid-guru sebesar 70 : 1, jauh lebih tinggi dari rata-rata untuk pulau ini secara keseluruhan. Lebih dari 80% ruang kelas di pulau Nias dalam kondisi yang buruk. Mengingat relatif besarnya alokasi untuk pendidikan dari anggaran daerah, penggunaan yang lebih efisien dari sumber daya yang ada tampaknya merupakan satu-satunya cara untuk memperbaiki pelayanan pendidikan publik. Pengeluaran untuk Nias dan Nias Selatan harus diarahkan untuk mengisi kesenjangan yang terdapat dalam alokasi guru, dan juga untuk meningkatkan pemeliharaan atas ruang-ruang kelas yang ada. Pola pengeluaran saat ini tidak mengalokasikan sumber daya yang mencukupi untuk pemeliharaan, dengan sebagian besar pengeluaran rutin digunakan untuk membiayai gaji guru.
Sebuah pendidikan bisa maju jika komponen yang ada didalamnya dapat terpenuhi mulai dari sekolah, pengajarnya, dan fasilitas-fasilitasnya. Dalam kaitan sistem pendidikan di pulau Nias ternyata masih jauh dari kelayakan serta masih banyak kekurangan-kekurangan terutama dalam segi pengajar atau guru, ruang kelas yang belum memadai, serta kurangnya anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah dan pengalokasian dana yang salah.
Menurut kami langkah awal yang perlu dibangun untuk memajukan pendidikan di pulau Nias yaitu dengan memelihara ruangan kelas memperbaiki atap-atap kelas yang bocor dan berusaha melengkapi sarana belajar dengan dana yang diperoleh dari pemerintah maupun dana yang dihimpun oleh sekolah tersebut, serta memperhatikan jumlah tenaga pengajar. Bisa ditambahkan bantuan guru dari luar pulau sehingga proses pembelajaran tidak lagi mengalami kesulitan dalam hal tenaga pendidik.
Daftar Pustaka
htp://web.worldbank.org (diakses hari/tanggal senin 26-10-09)
http://niasonline.net (diakses hari/tanggal senin 26-10-09)
http://www.niasisland.com (diakses hari/tanggal senin 26-10-09)
http://one.indoskripsi.com (diakses tanggal kamis 29-10-09)
Tarwotjo, Dr.M.Sc, Pengantar Antropologi Pendidikan Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka 1985
#TemanImadiklus volunteer imadiklus