PROGRAM KAJIAN RUTIN
MASJID AL-MUJAHIDIN UNY
Kajian rutin masjid Al-Mujahidin UNY merupakan sebuah program pengembangan sumber daya manusia bidang keagamaaan yang dilaksanakan oleh Takmir Masjid/Pengurus Masjid Al-Mujahidin UNY. Dengan konsep yang sangat sederhana metode yang sederhana pula program tersebut dikemas untuk memfasilitasi semua kalangan yang berkeinginan mengembangkan wawasannya dalam beragama untuk kemudian dapat meningkatkan sumber daya masyarakat. Adapun rincian programnya :
Pendanaan program : Infaq Masyarakat
Waktu pelaksanaan : Rutin setiap bakda maghrib untuk setiap kajian
Tempat : Masjid Al-Mujahidin UNY
Sasaran program : Mahasiswa Muslim dan Masyarakat Umum yang muslim
Waktu pembelajaran : 45 Menit/ Pertemuan
Metode pembelajaran : Ceramah
Legalitas hasil belajar : Tidak ada
3. Analisis Program
Weakness ( Kelemahan )
Oppurtunity ( Peluang )
Threat ( Ancaman )
KESIMPULAN
(Dari Beberapa Kunjungan Ke Lembaga PSDM)
Dalam mengembangkan sumber daya manusia tentu kita berbicara bagaimana manusia itu tumbuh sampai timbul kreatifitas dan rasa aman agar manusia tersebut dapat melaksanakan peran dan tanggung jawab yang lebih besar sesuai dengan kemampuannya. Tentunya dalam mengembangkan sumber daya manusia deperlukan sebuah wadah yang melaksanakannya. Berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan yang banyak dilaksanakan lembaga-lembaga pendidikan non formal merupakan cara untuk mengembangkan sumber daya manusia . Dalam pelaksanaannya lembaga-lembaga tersebut memiliki masing-masing cara pula untuk mengembangkan sumber manusia tadi, ada yang dengan cara menyentuh kajian keagamaan, keterampilan, kecakapan diri dan lain sebagainya.
Untuk melaksanakan program pengembangan sumber daya manusia, beberapa lembaga diatas memiliki cara yang berbeda, meskipun tujuan dari program yang dilaksanakan bersifat Civil Oriented. Namun dalam pelaksanaannya, pelaksanaan program masih didasari keinginan dari pengelola program. Masyarakat seakan digiring untuk mengembangkan sisi kehidupannya sesuai dengan apa yang tersedia pada lembaga tersebut bukan pada bagaiamana masyarakat mengembangkan sumber dayanya di lembaga tersebut. Meskipun tantangan terbesar dari lembaga naantinya ialah bagaaimana memfasilitasi sumber daya tersebut .
Berdasarkan analisis SWOT dari masing-masing lembaga, dapat disimpulkan bahwa setiap lembaga memiliki kelebihan dan kemampuan yang berbeda untuk mengembangkan masyarakat, karena sasaran programnya yang berbeda-beda. Kekurangan yang dialami lembaga umumnya terletak pada tujuan dan hasil yang ingin dicapai melalui program pengembangan sumber daya manusia, masalah pembinaan juga merupakan salah satu jalan sebagai fasilitas dari pengembangan sumber daya manusia karena untuk mengembangkan SDM tidak cukup memikirkan bagaimana melaksanakan pelatihan dan pendidikannya namun hal terpenting bagaimana mereka bisa menggunakan sumber daya yang baru ditingkatkan dalm kehidupannya.
Perihal penilaian hasil belajar (Evaluasi) juga salah satu hal yang belum menjadi fokus lembaga-lembaga diatas. Penialain yang dilegalkan biasanya diperlukan mengingat kondisi zaman sekarang yang harus ada pengakuan (sertifikat) agar dapat bersaing dengan masyrakat lain demi tujuan pembangunan bangsa. Kemudian dalam hal partisipasi masyarakat juga masih tergolong rendah untuk mengikuti program-program yang bertujuan pada peningkatan sumber daya manusia. Ini adalah hal yang sangat urgen mengingat tujuan dari lembaga diatas untuk mengembangkan masyarakat, ini jugalah yang sekaligus menjadi kekurangan dari lembaga diatas yang belum menemukan cara terbaik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar meningkatkan sumber daya yang mereka miliki.
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan lembaga diatas cukup bervariasi karena jenis keterampilan dan pengetahuan yang diberikan juga berbeda. Begitu juga dengan fasilitas pembelajaran informal yang belum tersedia bagi masyarakat seperti modul pembelajaran, buku dan sebagainya demi menunjang proses pengembangan sumber daya manusia. Peluang-peluang dari lembaga tersebut masih terbuka, karena pada hakikatnya manusia pasti belajar sepanjang hayat. Merupakan sebuah langkah yang jelas untuk mengabdi pada bangsa ini manakala sebuah program yang kita miliki dapat berguna bagi masyarakat walaupun belum maksimal. Artinya program-program yang dijalankan lembaga diatas masih berpeluang untuk dikembangkan sesuai perkembangan zaman, sesuai ancaman-ancaman yang sekaligus menghambat dari peluang itu senidiri. Ancaman tersebut berupa merosotnya nilai-nilai keagamaan masyarakat, masyarakat tertinggal yang tidak tersentuh, arus globalisasi yang smakin besar, Masyarakat Ekonomi ASEAN dan lain sebagainya yang dapat mengurangi keinginan masyarakat untuk mengembangkan sumber dayanya.
Sumber : http://jameszi-d.blogspot.co.id/2016/01/analisis-swot-program-pengembangan.html#links
Nama : Mahfuzi Irwan, S.Pd Tempat, Tgl lahir : Tanjungbalai, 31 Agustus Alamat : Jl Mawar LK I Kel. Bunga Tanjung Kota Tanjungbalai,Provinsi Sumatera Utara Jenis kelamin : Laki-laki Status : Belum menikah Riwayat Pendidikan Formal : SD Negeri 132415 Tanjungbalai : 1998 – 2004 SMP Negeri 1 Tanjungbalai : 2004 – 2007 SMA Negeri 1 Tanjungbalai : 2007 – 2010 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN : 2010 – 2014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA : 2015 - Sekarang Pengalaman Kerja/Sosial : 1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) Di Dinas Pendidikan Kota Binjai 2013 2. Staff Bidang Pelatihan Saksi PILGUBSU 2013 3. Percetakan MB Fashion Medan 2012 4. Marketing Bimbel Quantum SS 2014 5. Volunter/Relawan Yayasan ADRF 2010 6. Steering Comitee Pengabdian Masyarakat Desa di Bengkulu 2011 7. Relawan GO PANGAN Lokal Yogyakarta 2015 Riwayat Organisasi : Ketua BPH IMADIKLUS UNIMED :2011 – 2012 Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan :2012 - 2013 Sekretaris Wilayah IV IMADIKLUS :2012 – 2013 Dewan Pengawas Organisasi IMADIKLUS :2013 – 2015 Sekretaris Jenderal DPP PERMATA :2013 – 2015